Tuesday, August 13, 2024

Seminar "Menembus Batas: Bagaimana Sastra dan Sains Saling Memotivasi dan Menginspirasi"

 Di seminar "Menembus Batas: Bagaimana Sastra dan Sains Saling Memotivasi dan Menginspirasi", peserta akan mengeksplorasi bagaimana sastra dan sains tidak hanya berfungsi sebagai dua disiplin terpisah, tetapi juga saling mempengaruhi dan memperkaya satu sama lain. Melalui sesi ini, kita akan membahas bagaimana karya sastra dapat memotivasi ilmuwan dengan memberikan perspektif yang mendalam dan inspirasi, sementara penemuan ilmiah dan teknologi dapat merangsang imajinasi dan kreativitas penulis sastra.

Kami akan melihat bagaimana kutipan dan narasi dari karya sastra terkenal dapat memberikan dorongan semangat bagi peneliti dan bagaimana sains memberikan ide-ide segar bagi penulis untuk mengembangkan cerita dan tema yang menantang. Selain itu, seminar ini akan menyoroti proyek-proyek kolaboratif yang menggabungkan sains dan sastra dalam pendidikan dan media, menunjukkan potensi sinergi antara kedua bidang ini.

Dengan menghadirkan pemikir dari kedua dunia, seminar ini bertujuan untuk membangkitkan semangat dan memberikan wawasan baru tentang bagaimana sastra dan sains dapat bekerja bersama untuk memotivasi dan menginspirasi individu dan masyarakat

1. Sastra sebagai Motivasi dalam Penelitian Ilmiah

Sastra sering kali memberikan perspektif yang menginspirasi dan memotivasi para ilmuwan untuk mengejar penemuan baru dan inovasi. Karya sastra dapat mengangkat tema tentang keberanian, penemuan, dan pencapaian yang merangsang imajinasi dan semangat para peneliti.

  • Contoh:
    • Kutipan Inspiratif: Dalam novel "The Double Helix" oleh James D. Watson, Watson menggambarkan perjalanan penemuan struktur DNA. Buku ini tidak hanya menyajikan detail ilmiah tetapi juga mencerminkan tekad dan keberanian para ilmuwan dalam mengejar kebenaran ilmiah. Membaca kisah perjuangan dan kemenangan ini dapat memotivasi ilmuwan muda untuk terus berusaha meskipun menghadapi tantangan.
    • Karya Fiksi: "Contact" oleh Carl Sagan menggabungkan sains dengan narasi fiksi yang menginspirasi pembaca untuk memikirkan kemungkinan luar angkasa dan peran manusia di alam semesta. Karya ini menumbuhkan rasa ingin tahu dan semangat penemuan di kalangan ilmuwan dan masyarakat umum.

2. Sains sebagai Inspirasi dalam Karya Sastra

Sains seringkali memberikan bahan dan ide bagi penulis sastra untuk menciptakan karya yang menantang imajinasi pembaca dan mengeksplorasi kemungkinan-kemungkinan baru. Penemuan ilmiah dan teknologi dapat memberikan inspirasi bagi narasi fiksi dan eksplorasi tema-tema baru dalam sastra.

  • Contoh:
    • Fiksi Ilmiah: "Brave New World" oleh Aldous Huxley mengeksplorasi dampak dari teknologi dan rekayasa genetik pada masyarakat. Huxley menggunakan sains fiksi untuk menggambarkan dunia masa depan dan merenungkan implikasi etis dan sosial dari kemajuan ilmiah.
    • Puisi: "The Waste Land" oleh T.S. Eliot mencerminkan kekacauan dan perubahan zaman setelah Perang Dunia I, dengan referensi terhadap teori ilmiah dan filsafat yang mempengaruhi pandangan dunia sastra saat itu.

3. Kolaborasi antara Sastra dan Sains dalam Memotivasi

Kolaborasi antara sastra dan sains dapat menghasilkan proyek-proyek yang saling melengkapi, menginspirasi orang untuk mengeksplorasi lebih dalam baik bidang ilmiah maupun sastra. Ini dapat menciptakan pemahaman yang lebih luas dan motivasi yang lebih kuat untuk mengejar pengetahuan dan kreativitas.

  • Contoh:
    • Proyek Pendidikan: Program-program pendidikan yang menggabungkan sains dan sastra, seperti pembelajaran berbasis proyek yang melibatkan penulisan cerita fiksi ilmiah atau penulisan esai reflektif tentang penemuan ilmiah, dapat meningkatkan motivasi dan pemahaman siswa. Misalnya, proyek di mana siswa menulis cerita fiksi ilmiah berdasarkan konsep ilmiah nyata yang mereka pelajari di kelas.
    • Event Kolaboratif: Seminar atau lokakarya yang mengundang penulis sastra dan ilmuwan untuk berdiskusi tentang bagaimana sains mempengaruhi karya sastra dan sebaliknya, dapat membuka perspektif baru dan memotivasi peserta untuk mengeksplorasi hubungan antara kedua bidang tersebut.

4. Contoh Praktis:

  • Fiksi Ilmiah dalam Eksplorasi Konsep: Karya seperti "The Martian" oleh Andy Weir, yang menggabungkan pengetahuan ilmiah tentang astronomi dan teknik dengan cerita survival yang mendalam, dapat memotivasi pembaca dan ilmuwan untuk berpikir kreatif tentang tantangan dan solusi dalam eksplorasi ruang angkasa.
  • Penggunaan Sastra dalam Penelitian: Penulis seperti Isaac Asimov, yang memadukan pengetahuan ilmiah dengan narasi yang menarik dalam karya-karyanya, menunjukkan bagaimana sains dan sastra dapat saling menginspirasi untuk menciptakan karya yang mengedukasi dan memotivasi pembaca

Seminar: Menyatukan Dunia Peran Sastra dalam Memahami Penemuan Ilmiah dan Inovasi Teknologi"

 Di seminar "Menyatukan Dunia: Peran Sastra dalam Memahami Penemuan Ilmiah dan Inovasi Teknologi", peserta akan menjelajahi bagaimana sastra dan sains saling mempengaruhi dan memperkaya satu sama lain. Kita akan membahas bagaimana karya sastra, dari fiksi ilmiah hingga esai populer, tidak hanya mencerminkan tetapi juga memengaruhi penemuan ilmiah dan teknologi.

Sebagai contoh, kita akan melihat bagaimana novel-novel fiksi ilmiah seperti "Frankenstein" dan "Neuromancer" menggambarkan inovasi yang kemudian mempengaruhi perkembangan nyata dalam sains dan teknologi. Selain itu, kita akan membahas bagaimana karya ilmiah seperti "A Brief History of Time" membuat konsep ilmiah yang kompleks lebih dapat diakses dan relevan bagi publik.

Seminar ini juga akan mengeksplorasi bagaimana kolaborasi antara sastra dan sains dapat digunakan dalam pendidikan untuk menginspirasi dan mendidik generasi mendatang. Dengan memanfaatkan kekuatan narasi untuk mengajarkan prinsip-prinsip ilmiah, kita dapat menciptakan pengalaman belajar yang lebih menarik dan berdampak.

Akhirnya, peserta akan diundang untuk memikirkan bagaimana mereka dapat menggabungkan sastra dan sains dalam proyek mereka sendiri, baik sebagai penulis, pendidik, atau peneliti, untuk menciptakan dampak yang lebih besar dan memperluas jangkauan pengetahuan dan inovasi.

Seminar kolaborasi Sains dan Sastra

Keterkaitan antara sains dan sastra, dapat saling melengkapi dan memberikan wawasan yang mendalam serta motivasi dalam berbagai aspek kehidupan, segera seminar bersama LAHEVI CENTER (The Center for The Winner): 

  1. "Sains dan Sastra: Menelusuri Jejak Inovasi dan Inspirasi dalam Kehidupan Manusia"
  1. "Menyatukan Dunia: Peran Sastra dalam Memahami Penemuan Ilmiah dan Inovasi Teknologi"
  2. "Kisah-Kisah di Balik Data: Bagaimana Sastra Menggambarkan dan Menginspirasi Sains"
  3. "Fiksi dan Fakta: Membedah Keterhubungan antara Sastra dan Penelitian Ilmiah"
  4. "Eksplorasi Sinergi: Integrasi Sastra dan Sains dalam Menciptakan Motivasi dan Pemahaman"
  5. "Narasi dan Penemuan: Menggabungkan Perspektif Sastra dan Sains untuk Memotivasi dan Menginspirasi"
  6. "Menembus Batas: Bagaimana Sastra dan Sains Saling Memotivasi dan Menginspirasi"
  7. "Dari Kata ke Data: Keterkaitan antara Sastra dan Sains dalam Penemuan dan Pemahaman"
  8. "Kreativitas dalam Penemuan: Menggali Hubungan antara Sastra, Sains, dan Inovasi"
  9. "Melihat Dunia melalui Dua Lensa: Kolaborasi antara Sastra dan Sains untuk Inspirasi dan Penemuan"

Inovasi Hijau: Dr. Linda dan Penelitian Penyerapan Zat Warna dengan Kulit Buah Ketapang

Di sebuah laboratorium yang tenang dan penuh dengan alat-alat dan bahan kimia, Dr. Linda, seorang dosen di bidang kimia lingkungan, tengah sibuk dengan penelitiannya yang menarik. Setelah bertahun-tahun mengabdikan diri sebagai pengajar, motivator dan seni sastra, ia memutuskan untuk melanjutkan studinya dan meraih gelar doktor. Disertasi S3-nya berfokus pada penyerapan zat warna dari limbah cair menggunakan kulit buah ketapang, sebuah inovasi dalam teknologi hijau.

Dr. Linda memulai harinya dengan penuh semangat. Dengan baju laboratorium putih dan kacamata pelindung di atas mata, ia memeriksa sampel-sampel kulit buah ketapang yang telah dikeringkan dan dihancurkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi kulit buah ketapang sebagai bahan penyerap alami untuk mengatasi pencemaran zat warna dalam limbah cair.

Kulit buah ketapang, yang seringkali diabaikan sebagai limbah, ternyata memiliki kemampuan luar biasa dalam menyerap warna dari limbah industri. Dr. Linda memanfaatkan keunggulan ini untuk menciptakan solusi ramah lingkungan yang dapat mengurangi dampak pencemaran. Dengan penuh perhatian, ia menyiapkan larutan limbah cair yang mengandung zat warna dan menambahkan serbuk kulit buah ketapang ke dalamnya.

Sambil menunggu proses adsorpsi berlangsung, Dr. Linda mencatat hasil awal dari pengujian laboratorium. Ia mencatat perubahan warna larutan dan mencatat setiap detail dengan teliti. Setiap langkah eksperimen dilakukan dengan hati-hati, mulai dari pengukuran konsentrasi zat warna sebelum dan setelah proses, hingga analisis statistik untuk memastikan akurasi hasil.

Di sela-sela pekerjaan laboratoriumnya, Dr. Linda juga merenungkan pentingnya penelitian ini. Baginya, penggunaan kulit buah ketapang tidak hanya menawarkan solusi untuk mengatasi pencemaran limbah cair, tetapi juga mempromosikan konsep teknologi hijau yang berkelanjutan. Penelitian ini merupakan langkah kecil namun signifikan dalam menjaga kelestarian lingkungan dan mengurangi penggunaan bahan kimia berbahaya dalam proses pengolahan limbah.

Dengan dedikasi yang mendalam, Dr. Linda melanjutkan penelitian ini, bertekad untuk memberikan kontribusi positif bagi lingkungan dan masyarakat. Setiap data yang diperoleh, setiap hasil eksperimen yang sukses, semakin mendekatkannya pada tujuan akhir disertasinya dan pada upaya global untuk menciptakan teknologi yang lebih bersih dan ramah lingkungan.

Dan di dalam laboratorium itu, di balik berbagai alat-alat dan reagen kimia, Dr. Linda terus bekerja dengan semangat dan harapan. Karena ia tahu, di setiap tetes usaha dan setiap inovasi, terdapat harapan untuk masa depan yang lebih bersih dan lebih hijau. 

Kimia dalam Pelukan Alam

"Kimia dalam Pelukan Alam"

Di hutan yang rimbun, di bawah langit biru,

Kimia berbisik dalam bahasa yang agung, 

Daun-daun berkelip dengan warna hijau cerah, 

Menunjukkan proses yang terjalin erat.


Fotosintesis, keajaiban yang menakjubkan, 

Cahaya matahari memeluk klorofil, dengan lembut meresap, 

Mengubah karbon dioksida dan air menjadi gula, 

Menjadi makanan bagi dunia, mengisi ruangan dengan kehidupan.

Di sungai yang berkelok, air mengalir jernih, 

Melarutkan unsur, menciptakan ekosistem yang hidup, 

Nitrifikasi di tanah, menghasilkan nutrisi, 

Memberi makan tanaman, mendukung siklus yang tiada henti.


Namun, di antara indahnya, ada kerusakan tersembunyi, 

Polusi yang menyebar, mengubah kimia bumi,

Gas rumah kaca menghangatkan atmosfer, 

Mengancam keseimbangan, menambah beban yang berat.

Dalam udara, nitrogen berbaur dengan oksigen, 

Menciptakan hujan asam, merusak hutan dan ladang, 

Di lautan, asam karbonat meningkat dengan cepat, 

Mengancam kehidupan terumbu karang yang berharga.


Namun, dalam kimia, ada harapan yang tersembunyi, 

Pembersihan dan penguraian, solusi yang bisa ditemukan, 

Teknologi hijau dan inovasi yang bijak, 

Menjaga bumi, agar tetap seimbang dan harmonis.


Kimia lingkungan, dalam setiap molekul dan ikatan, 

Merangkai keindahan dan tantangan di bumi kita, 

Mari kita jaga dan pelihara dengan sepenuh hati, 

Agar alam dan kimia dapat saling berpelukan abadi.


Puisi ini menghubungkan konsep kimia dengan ekosistem lingkungan, menyoroti baik keindahan maupun tantangan yang dihadapi oleh bumi.

Fotosintesis: Menggambarkan proses alami di mana tanaman menghasilkan makanan dan oksigen dengan bantuan cahaya matahari, karbon dioksida, dan air.

Nitrifikasi: Mengacu pada proses di tanah yang menghasilkan nutrisi penting untuk tanaman.

Polusi dan Gas Rumah Kaca: Menunjukkan dampak negatif dari aktivitas manusia terhadap lingkungan dan kimia bumi.

Hujan Asam dan Asam Karbonat: Menggambarkan efek polusi terhadap ekosistem.

Teknologi Hijau: Menekankan solusi untuk melindungi lingkungan melalui inovasi dan pendekatan berkelanjutan.


Kimia dalam Kata

 "Selamat datang di 'Kimia dalam Kata,' di mana dunia ilmiah bertemu dengan keindahan sastra. Kita sering melihat kimia sebagai ilmu yang kaku dan kompleks, penuh dengan formula dan reaksi yang membingungkan. Namun, di balik tabir angka dan rumus, terdapat sebuah narasi yang kaya dan penuh warna. Sastra, dengan segala keindahannya, memberikan sudut pandang yang unik untuk mengungkapkan keajaiban kimia.

Bayangkan sebuah puisi yang menggambarkan keindahan proses kristalisasi, di mana setiap butir kristal yang terbentuk merupakan kata-kata indah dalam sebuah puisi. Atau sebuah drama yang mengeksplorasi perjalanan seorang ilmuwan, di mana eksperimen kimia menjadi metafora untuk perjalanan emosional dan personal.

Di sini, kita akan mengeksplorasi bagaimana kimia dan sastra saling melengkapi, menyibak misteri dan keajaiban yang ada di antara keduanya. Mari kita menjelajahi bagaimana elemen-elemen kimia dapat menjadi bahan baku bagi karya sastra yang memukau, dan bagaimana sastra dapat memberikan makna dan inspirasi baru dalam dunia ilmiah. Bersiaplah untuk melihat kimia melalui lensa kreativitas, di mana setiap reaksi menjadi cerita dan setiap unsur menjadi puisi

"Selamat datang di dunia yang menakjubkan di mana sains bertemu dengan seni—di mana kimia dan sastra menyatu dalam harmoni yang memukau. Di sini, kami akan mengeksplorasi berbagai bentuk kreatif yang memungkinkan kita mengaitkan keduanya dengan cara yang unik dan menginspirasi.

Pertama, bayangkan puisi yang menjelaskan reaksi kimia sebagai metafora untuk perasaan dan pengalaman manusia. Setiap molekul dan unsur menjadi kata-kata dalam puisi yang bercerita tentang perubahan, transformasi, dan keajaiban. Puisi ini mengungkapkan keindahan kimia dengan lirik yang menggerakkan hati.

Kedua, teater adalah medium yang kuat untuk menyampaikan kompleksitas kimia. Melalui drama dan lakon, kita bisa menggambarkan eksperimen ilmiah sebagai bagian dari plot yang mendalam dan emosional. Bayangkan sebuah drama di mana reaksi kimia menciptakan perubahan besar dalam hidup karakter-karakternya, atau di mana laboratorium menjadi latar belakang untuk drama yang menegangkan dan penuh misteri.

Ketiga, cerita pendek atau novel bisa memanfaatkan konsep-konsep kimia untuk membangun dunia yang imajinatif dan menawan. Dalam cerita ini, teknologi kimia mungkin menjadi elemen penting dalam alur cerita, atau karakter-karakter dalam kisah tersebut mungkin terlibat dalam penemuan ilmiah yang mengubah takdir mereka.

Keempat, esai kreatif dan artikel ilmiah juga bisa menghubungkan sains dan sastra dengan mengeksplorasi bagaimana ilmu kimia menginspirasi penulis dan sebaliknya. Esai ini bisa mengkaji bagaimana literatur mempengaruhi pandangan kita tentang sains dan bagaimana sains dapat memperkaya pemahaman kita tentang karya sastra.

Akhirnya, workshop kreatif memberikan kesempatan bagi peserta untuk berkreasi langsung—menulis puisi tentang reaksi kimia, menciptakan skenario teater berbasis eksperimen ilmiah, atau mengembangkan cerita fiksi ilmiah yang memadukan konsep-konsep kimia dengan alur cerita yang memikat.

Mari kita buka pikiran dan hati kita untuk melihat bagaimana kimia dan sastra dapat saling menginspirasi dan menghidupkan satu sama lain. Dalam setiap bentuk ekspresi ini, kita menemukan keajaiban baru di persimpangan ilmu dan seni."

Saturday, September 23, 2017

Ketika Angin Resah

Ketika Angin Resah
oleh : Linda Hevira

Kala awan menggantung rindu
Kelabu di matamu laksana awan yang mau tumpah
Pecah menderaikan hujan
Di sela helaian bulu matamu
Yang kian membasahi matamu yang sembab
Seolah tahu ada gemuruh hati
Yang sedang menggelegar di dalam dadamu

Suaranya memang tak sekeras pekik halilintar
Yang mengangetkan orang dan latah istighfar

Begitu alam
juga bisa menumpahkan rasa
Bahwa setiap beban anak manusia
akan luruh beserta
Derasnya hujan
yang menghapus luka
Seolah memaksakan makna

Biarkan duka itu hanyut bersama lebatnya hujan
Dan akan turun menuju muara

Di tempat semua duka bersua
Dan seketika juga
luapan air mata itu
Akhirnya lepas di tengah samudra..

Biarkan saja..lepaskan saja
Besok lusa..engkau pasti kan temukan
banyak makna dari semua duka

Bkt, 23/9/2017

Sunday, October 23, 2016

Puisi Bimu

Suara hati
by : ifa

dikala pagi tiba..
lamunanku jauh membentang
menelusuri ruang hati yg sunyi
ku coba pahami yg terjadi
tapi, kini sepi dan sendiri tanpa kekasih hati
yang telah lama pergi meniggalkan ku dlm kerinduang yg tak bertepi
suaa ku tulis puisi ini, anganku jauh menghampirimu
disini kusadari, betapa berartinya dirimu
disini, di dalam hatiku
masih ada rasa cinta yg seperti dulu yg pernah kuberikan
hanya padamu dgn sepenuh jiwaku
tak pernah terpikirkan
lama sudah ku tertahan dalam indahnya kenangan
dan kini ku sadari aku tlah memaksa diri
mengejar angan yang tak pasti

oktober 2016

Monday, July 25, 2016

Puisi, 24/7/2016

PINTALAN BENANG

Seorang yang kau sebut sebagai wanita
telah menyimpan pintalan benang kusut
di antara bilik jantung
dan sepanjang aliran darah yang tersendat
seperti jejak langkah yang tersusun rapat
seperti ketika saat kau berangkat

Kiriman nafasmu yang berbau asin perjalanan
kerap melapangkan rongga dada
menempuh titian rusukku yang jarang
dan garang

pintalan benang itu
segala yang kusut dan kurapikan dengan patut
agar kelak usiaku tak sekadar mati di ranjang
dan tampak ngeri dari kaca jendela kamar yang menerawang

Payakumbuh, 2016

Makasih ya, kak. Isa dari komunitas seni intro di payakumbuh, kak. Lagi kuliah di stie has sambil buka usaha sama orangtua di payakumbuh. Hehe :))
Insyaallah isa minggu dpan ke sana ya, kak. :))

Tq Nisa...

Sunday, July 3, 2016

PUISI BIMU

Puisi Kamu di Puisi Bintang Tamu, RRI Pro 2'Bukittinggi, Setiap Minggu, pukul 4 hingga 5 sore..
Tq ya ..

Ass kk..ak im dri palembayan,maaf ya kk puisi nya krang bgus..

"Surat buat ayah"
Krya: Im

Dingin malam mulai merasuk ditubuh ini.
Hati ini terasa hampa.
Saat kau tak ada disisiku.
Aku sangat merindukanmu.

Dimalam yang sunyi ini.
Aku masih menanti kedatanganmu.
Entah sampai kapan aku menantimu.
Dan menunggu hal yang tak pasti.

Aku ingin berjumpa denganmu.
Kenapa kau tak pernah menghampiriku...???.
Apa salah dan dosaku padamu...?.
Diri ini slalu ingin bersamamu.

Aku tak tahu
pada siapa aku akan mengadu.
Hanya dingin malam.
Yang selalu setia menemani kesedihanku.

Berjalan Sepayung

Dari zaman kuda pacuan hingga jawi pembajak 
gonjong rumah kita senantiasa cemas: 
“Jangan berjalan sepayung berdua, 
tak tampak nanti mana anak, mana kemenakan.”

Tapi cinta telah jatuh, sedalam kecemasan yang menghunus tak jenuh 
Kita menanam, menuai dan menikmati manisnya 
serupa kecupan-kecupan yang kita lepas sebelum duduk sama tinggi 
Mengapa mereka pisahkan Tuhan dengan takdir?

Aku pergi, sebab pada akhirnya lelaki tak jua memiliki kamar 
Sementara kau memiliki ranjang yang senantiasa menyunting mimpi 
Simpanlah air mata, kelak, dilain hari 
aku akan menyeduh kopi dengan didihan derita yang tak sudah

Bukankah kita terlanjur dewasa dari payung yang sama?

Payakumbuh, 2014

Terima kasih, kak.😊  isa baru berhabung sama acara ini. Isa tinggal di Payakumbuh, kak. Dari Komunitas Seni INTRO. 😊

Assalamualaikum, kak. Ini annisa zondry. Bolehkah puisi untuk nanti siang dikirim sekarang?:)
Boleh..tq Nisa

Akhir Pekan yang aku Kabarkan

Pada sebuah akhir pekan yang melankolis
Aku mematung di dekat jendela sambil menerka cuaca
Langit lindap, awan terlihat begitu berat, dan
Rindu padamu terasa demikian memikat

Aku seakan sedang mengukur lingkar tubuhmu dengan hangat
Yang menyimpan ruang lapang merupa gelanggang
Tempat pulang meski berkali-kali mencabik arang
mengatakan bahwa di luar,
Berharap kerap lebih menyakitkan daripada
kehilangan temu yang berulang
Sementara lidahku menyebut rindumu kelu
Seperti lari kuda patah kaki atau kuda yang lupa cara berlari, demikian aku mengejanya

Maka kembali kuterka cuaca sambil menghitung ruas jendela
Di luar, orang-orang telah lebih dahulu menggunakan jas hujan
Sementara langit semakin gagap melihat namamu kutulid dalam sajak dengan sigap

Beberapa minggu ini, cintaku
Adakah kau rasa kangen tak mengubah dirinya menjadi apa-apa
Kecuali menjadi sebatang pohon yang menahan angin di bahu jalan?

Bukittinggi, 2016
Annisa zondry

Tuesday, April 26, 2016

PUISI Bintang Tamu RRI Pro 2 Bkt

Puisi Bimu, 24/4/2016

Pembaca Puisi : Hendri, Eni, Linda
Penyiar : Dedi
Presenter : Linda Hevira

Puisi yang masuk dan dibacakan

TETAP BERSAMA BINTANG

Matahari telah terbenam.menggantikannya dengan cahaya bintang.dan hari ini juga diawali oleh malam.aku bersama bintang.

Melewati satu malam dengan penuh harapan.aku tau semua takkan mudah.saat semua tak disini aku pun pergi.dan mungkin takkan pernah kembali.

Memang beban ini terlalu berat untukku.namun aku melihat ada seberkas cahaya yang terlintas.melukiskan senyuman diwajahku.namun sebenarnya aku masih merasa tak berteman.

Aku tau keputusanku akan melukaimu.tapi disinilah aku melihat,dan merasakan semua yang terjadi.kau pun tau kita tak bisa sendiri.namun tak bisa dipungkiri kita harus berpaling.

Dan aku tetap bersama bintang.menjadi bintang,dan bersinar seperti bintang.walaupun kenyataan hidup yangku jalani,tak seperti apa yangku inginkan.tetaplah seperti bintang yang terus bersinar.

Bkt,27 maret 2016
Karya:putri

TULISAN MANISKU UNTUKMU

Kau harus kuat,sementara kau boleh bebas.apapun itu, dirimu,dan kehidupanmu takkan pernah hilang oleh waktu.percayalah bahwa kehidupan akan menunjukakkan padamu,arti sebuah keikhlasan,dan kesabaran.yang akan kau dapatkan kelak kau meraih bintang.

Hanya saja waktu yang jauh darimu,sehingga kau larut dalam penyesalanmu.tuk kesekian kalinya kau menangis dalam luka.dan aku hanya bisa menghiburmu lewat tulisan ini.yang berisikan kata manis dan puitis untuk sebuah senyum manis.

Biarkan mereka bertindak sesuka mereka.karna mereka bukan bagian hidupmu.jangan sampai sindiran mereka merenggut semangat jiwamu.yang kau ciptakan hanya untuk kehidupanmu.

Lupakan mereka dan mulailah menyusun skripsi hidupmu.agar kau dapat menemukan jalanmu.dan jangan kau lupakan aku yang slalu hadir dalam dekapanmu.dan yang slalu menuliskan kata manis untukmu.

Bkt,11 april 2016
Karya putri

Monday, December 14, 2015

Dengan Puisi aku Berkarya

"Minggu, 13 Desember 2015

Best Moment

Hay braaay,,,ikhwan dan ikhwat..
Akhi ternyata mimpi2 kita tu bisa terwujud lho, hidup susah, wajah pas2an, fasilitas kurang semuanya gak kasih jalan buntu buat kita.
Demikian sepenggal kalimat dari blognya Karya yang kita undang di Puisi Bintang Tamu edisi 13 desember 2015 pukul 16:00 di RRI BKT. "

Ya..nama teman kita kali ini unik. Ini dia data lengkapnya.

Nama: Karya Indra Hadi
Ttl.     : Pelanduk,17-05-1993
Alamat: Desa Pelanduk,Inhil,Riau
Hobby: Nyanyi2, Puisian, and much again lah
Suku: Orang Melayu...
Cita2 : Mesir, Mekkah, And go anywhere lah, Intinya to tambah ilmu.

"Hidup itu harus kuat, tantangannya berat banget loo, jangan lupa  Tiap langkah harus Diiringi Bacaan Kalimah Allah     
Banyak berjalan, banyak yg di lihat.
Tinggi pohon kencang pula angin menerpa."
Nah sahabat kreatif, Karya sendiri merantau ke Bukittinggi dari Inhil Riau yang lamanya 15 jam.Ceritanya berbekal uang 700 rb dia mencari tempat tinggal di bkt dan bekerja sebagai gharin mushalla, yang bekerja membersihkan mushalla dan azan setiap waktu shalat. Saat pertama   kali ke Bukittinggi, Karya bercerita pernah nungguin angkot ke aur, setelah setengah jam menunggu tak ada juga..o..ternyata aur di bukittinggi itu aua bacaan dan tulisannya. Hmm..

Karya yang kuliah di IAIN Bukittinggi Jurusan Bahasa Inggris semester 3 ini juga bekerja sebagai guru ngaji di Pondok Abdul Fad dan usaha lainnya.  Suatu saat Karya pernah mengalami sakit typus karena sibuk bekerja dan kuliah yang membuat dia tidak bisa ikut ujian, dan karena kepribadiannya yang baik dan ramah maka ada orang yang kelebihan rezki menolong biaya rumah sakitnya, sementara untuk ujian ada beberapa dosen yang mau akhirnya memberikan ujian susulan. so Live is possible, be Better person to all people".

Lakukanlah segala hal jika itu baik n tidak bertentangan dg Norma agama, itu adalah salah satu yang membuat Karya terus berkarya dalam membuat puisi dan menuliskannya di fb, walau terkadang ada komentar yang mengatakan isinya sedih / galau melulu, namun itu semua tdk menyurutkan keinginannya untuk menulis, tidak hanya puisi tapi juga cerpen. Toh..untuk seorang yang jauh dari keluarga, yang pulang kampung sekali setahun serta di usia muda harus kuliah dan bekerja, hidup dengan biaya sendiri, sudah luar biasa kok bagi kita kan..Hmm

Pembaca Puisi :
Karya Indra Hadi : Perantau
Putri : Tentang Ibu dan Firasat.

So sahabat kreatif. Sampai disini dulu ya jumpa kita di puisi Bintang Tamu. Saya Linda Hevira dan Kak  Andien undur diri. Selamat Sore. Wassalaamu'alaikum ww

Sunday, November 29, 2015

Puisi Bimu 29/11/2015

Bila engkau datang disini waktu , menghembus wajah kesegala arah ,
meniupkan harapan  pohon kehidupan ,
dari harapan-harapan dan segala ketundukanku ,
menyimpan selip suatu  ketakutanku ,
segala kebebasan yang kau tawarkan ,
untuk suatu zaman

selamat datang dalam ucapkan , karna tidak atau sanggup hanya tunduk pada aturan-aturan pada satu waktu ,

By; mr W 

Puisi lainnya dibacakan oleh Putri dan kak Linda.

Monday, November 23, 2015

Hari Pahlawan, 10 November 2015

KARAWANG BEKASI
Oleh: Chairil Anwar

Kami yang kini terbaring antara Karawang-Bekasi
Tidak bisa teriak “Merdeka” dan angkat senjata lagi

Tapi siapakah yang tidak lagi mendengar deru kami
Terbayang kami maju dan berdegap hati ?

Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak

Kami mati muda. Yang tinggal tulang diliputi debu
Kenang, kenanglah kami

Kami sudah coba apa yang kami bisa
Tapi kerja belum selesai, belum apa-apa

Kami sudah beri kami punya jiwa
Kerja belum selesai, belum bisa memperhitungkan arti 4-5 ribu jiwa

Kami cuma tulang-tulang berserakan
Tapi adalah kepunyaanmu
Kaulah lagi yang tentukan nilai tulang-tulang berserakan
Ataukah jiwa kami melayang untuk kemerdekaan, kemenangan dan harapan
Atau tidak untuk apa-apa

Kami tidak tahu, kami tidak bisa lagi berkata
Kaulah sekarang yang berkata

Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak

Kenang-kenanglah kami
Menjaga Bung Karno
Menjaga Bung Hatta
Menjaga Bung Syahrir

Kami sekarang mayat
Berilah kami arti
Berjagalah terus di garsi batas pernyataan dan impian

Kenang-kenanglah kami
Yang tinggal tulang-tulang diliputi debu
Beribu kami terbaring antara Karawang-Bekasi

Sunday, November 1, 2015

Sumpah Pemuda

Sumpah Pemuda
oleh : Linda Hevira

di era digital
mereka bertemu di dunia maya
dimanapun saja mereka berada
dari segala belahan penjuru dunia.

sama seperti 87 tahun yang lalu.
Indonesia akan maju
di tangan para pemudanya,
yang bersatu,
menghilangkan perbedaan
dan terus  berkarya sesuai dengan bidangnya
dan berjuang sesuai dengan zamannya.

meski perang sudah usai
namun perjuangan belum selesai

lanjutkan tongkat estafet sumpah pemuda
kalau kita bisa  menghayatinya

tidak ada yang sia-sia berbuatlah demi Indonesia Raya. 

Majulah Pemuda Indonesia..

____________

Puisi yang masukvia sms ke 08126767560
diantaranya :

DO'A HUJAN DUKA LANGIT

Tiba tiba langit berduka
memuntahkan tangis yang tak lagi gerimis
ada apa gerangan?

tak kunyanya,dia menyedukan innalillah
Pada jiwa jiwa yang terbang
oleh asap asap petaka yang tak kunjung jemu
mengejar mereka kemana entah
dia mengucap innalillah
saat semua berubah menjadi kelabdu lirih dalam tangisan yang tidak lagi gerimis
petaka manakah yang akan menyadarkan insan-insan nisyan*
dari mabuk akibat pesta semalam suntuk?

ashhabul yamin, 17 oktober 2015
*nisyan: lupa

___________

KERAGUAN

Biarkan aku menatap senyummu.dan izinkan aku menemanimu.karnasetiap waktu aku ragu.ragu dengan pilihan hidupku.

Dan aku hanya bisa diam di tengah keraguan.keraguan yang terhempas dari kesepian.jangan biarkan langit bersedih.hanya karna sebuah keraguan.

Bkt,1 nov 2015
Karya Putri

___________

Disaat ini,tak kala embun meneter dri celah"dedaunan pagi,tak kala surya menyaput kabut pagi dengan hangatnya,kala itu aku terbangun dan mulai trjaga untk mngingtmu,

mengingat parasmu yg sllu dihiasi oleh lekukan senyum.

Mengingat senyummu yg sllu di iringi dng tawa bhagia

Disaat itu aku melangkah,mempakkan kaki menyusuri jejakmu.

Jejak langkahmu,kmu yg sllu dapat melenturkan semua ego dan amarahku

Dan menyemai padang gersangku dng rerumputan,menjadikanny oasis ditengah grun pasis  khidupanku

Dan saat ini,aku telah menetapkan hatiku,aku ingin mencintaimu dngan sedrhana,dngan hati dan jiwaku

by.vivi

Tuesday, September 15, 2015

Puisi Bintang Tamu

Pembacaan Puisi : Di Puncak Menara Sujud oleh Linda Hevira karya Yuliana

Klik di bawah ini untuk mendengarkan.

Puisi 

Monday, September 7, 2015

Kabut Asap dalam Puisi

KABUT
oleh : Linda Hevira


dan..
saat senja menjadi temaram
malampun semakin kelam
saat cahaya lampu menjadi buram ternyata ..
kabutpun sudah masuk ke dalam
rumah setiap insan

disini..
di tempat kami
seperti tak ada yang peduli
kabut ini datang tanpa permisi..
dari pagi, siang dan malam hari
telah mengiritasi hidung, tenggorokan dan paru-paru kami
meracuni pelan tapi pasti..

disini di negara ini
seolah perang dengan rakyat sendiri
hanya saja yang kami punyai
senjata tanpa amunisi...



di penghujung malam, 6 September 2015

Puisi Bimu

Pilih
_dian ayunda 

semata_mata kembali,
waktu cepat pergi, bayang_bayang caci,
seolah mati,
tak perlu basa basi,
salam takjub bagi yg pasti,

tak usah bebunga janji,
dari muka2 tak punya segi, teramat basi untuk dikenali.